Sabtu, 11 Februari 2017

KEPERLUAN HIDUPKAN API SEMASA BACKPACKING




Menyalakan api unggun adalah sebuah cara yang efektif untuk mencegah hipotermia, dapat mengeringkan pakaian basah dan gear serta  jika anda terjebak dalam hujan lebat.

peringatan
1. Pastikan tempat itu lapang untuk membangun api di daerah padang gurun di mana anda berkemah.
2. Masukkan habuk kayu kering dalam plastik, sealable kedap udara ketika backpacking di daerah basah. habuk kayu ini akan membantu anda untuk membakar  kayu basah. Sebagai  starter pemetik api.
3. mancis kalis air , dan menyimpannya  dalam plastik kedap udara sebagai tambahan peralatan.
4. Carilah di bawah kawasan berbatu atau di bawah semak-semak untuk kayu kering atau separuh kering. Kumpulkan kayu yang cukup untuk persediaan sebelum anda menyalakan api.
5. Gunakan fire starter atau kayu untuk menyalakan  api.
6. Pastikan Anda memiliki banyak habuk kayu atau ranting kecil untuk membuat  api kecil anda. Hidupkan api dengan fire starter,api akan menyala baik tetapi akan terbakar sangat cepat jika Anda tidak menambahkan sesuatu yang seperti kayu kering/separuh kering untuk memastikannya terus menyala.

7. Baringkan peralatan/pakaian yang basah dekat api dan mengeringkannya sebelum digunakan.
8. Tunggu hingga anda memiliki tempat tidur dari sisa bara api/arang sehingga tempat anda tidur jadi lebih kering sebelum mencuba untuk membakar kayu basah. Anda dapat membuat tempat tidur yang bagus dari arang dengan membakar batang kayu kecil dan menjaga nyalaan api.
9. Bersabarlah dalam membuat api, tapi tetap percaya. karena kegiatan ini akan  mengambil banyak waktu untuk menyalakan  api saat keadaan sedang  hujan, tapi dengan pilihan material  yang tepat, segalanya mungkin masih boleh dilakukan.
Petunjuk:
Menguji kelembapan kayu  dengan  mematahkan tongkat atau ranting untuk melihat kekeringan kayu. Jika terasa garing, harus cukup kering di bagian dalamnya supaya boleh digunakan untuk  membakar atau membuat api unggun.
Gunakan pisau untuk meraut kayu atau ranting sampai anda mendapatkan bagian kayu yang kering.
Bawalah peralatan backpacking yang baik dan serta gas bakar yang cukup. Jadi fuel stove yang dibawa jadi lebih efektif, karena anda akan jarang memakai fuel stove dan pada saatnya anda akan lebih memerlukan unggun api di kawasan tertentu, karena  pada dasarnya fuel stove memang lebih efisien untuk memasak dan merebus air bukan sebagai pemanas seperti api unggun.

Jangan pernah mematahkan ranting atau cabang dari pohon hidup, bahkan jika pohon sekiranya nampak sudah mati. Sebaiknya anda hanya menggunakan kayu yang telah jatuh di tanah karena ini termasuk perbuatan vandalisme, dan pastikan bahawa ditempat itu anda diizinkan untuk mengumpulkan kayu/ranting  jatuh di daerah camp yang anda kunjungi.
Jangan biarkan api unggun menyala  jika sudah tidak dipakai apalagi anda berkemah di kawasan pergunungan,  Hal ini  akan menjadi punca kebakaran hutan karena perlu ratusan tahun di daerah pegunungan untuk pulih dari api.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Ustaz Songsang

Ustaz Songsang Salam semua. Terbaca pasal kisah Adik Thaqif, memang sedih. Semoga si pelaku mendapat hukuman yang setimpal dan bertau...